Posisi Anda   Hubungan Investor  >   Informasi Perseroan   >   Laporan Direksi

logo
Laporan Direksi
 
Di tengah berbagai tantangan yang hadir dan dinamisnya persaingan antar bank, brisyariah mampu terus menorehkan prestasinya memenuhi target kinerja yang ditetapkan dalam rencana bisnis bank tahun 2018. Sebagai catatan prestasinya yang berhasil diraih di tahun 2018, brisyariah telah mencatatkan tonggak sejarah kesuksesannya dalam merealisasikan inisiatif strategis go public, menjadi perusahaan terbuka sekaligus sebagai bank syariah anak perusahaan bank bumn pertama yang listing tercatat di bursa efek indonesia. Kami bertekad untuk mengoptimalkan penguatan fondasi keuangan guna mendukung percepatan pembangunan ekonomi syariah untuk indonesia yang makin maju dan sejahtera.

Moch. Hadi Santoso—

Direktur Utama   

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Para Pemegang Saham dan Pemangku Kepentingan yang Terhormat,

Pertama-tama, izinkan kami mengucapkan puji dan syukur kehadiran Allah SWT atas semua nikmat dan anugerahnya kepada kita semua. Tak lupa salawat beriring salam kami sampaikan kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW.

Selanjutnya, kami sampaikan pokok-pokok laporan pengelolaan Bank untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2018 beserta Laporan Keuangan Bank yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja, Firma anggota jaringan Ernst & Young Global Limited dengan memperoleh opini bahwa laporan keuangan yang terlampir menyajikan secara wajar, dalam hal yang material.

KONDISI PEREKONOMIAN DAN PERBANKAN NASIONAL

Perekonomian dunia di tahun 2018 penuh dengan tantangan yang diwarnai perselisihan dagang antara Amerika Serikat dengan mitra dagangnya, serta terdampak oleh berlanjutnya program normalisasi ekonomi oleh The Fed. Perekonomian di negara-negara maju akhirnya kembali tertekan, sehingga pertumbuhan perekonomian global, juga tertekan. Ekonomi Tiongkok yang ditahun 2017 mencatatkan pertumbuhan sebesar 6,8%, turun menjadi 6,6% di tahun 2018. Demikian juga dengan Amerika Serikat yang hanya mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 2,9% pada tahun 2018, lebih rendah dari proyeksi sebesar 3,0%, sekalipun lebih besar dari raihan PDB 2,3% di tahun 2017.

Kondisi tersebut, diperkirakan akan terus berlanjut, sehingga di tahun 2019, pertumbuhan perekonomian global diprediksikan akan melambat. IMF memproyeksikan pertumbuhan perekonomian global akan setara dengan pertumbuhan tahun 2018. China, sebagai salah satu mitra dagang utama Indonesia, diprakirakan mencatatkan pertumbuhan sebesar 6,2%, sementara Amerika Serikat diproyeksikan tumbuh 1,9%.

Di tengah kondisi tersebut, perekonomian Indonesia tetap berhasil mencatatkan pertumbuhan yang moderat, sebesar 5,17%, naik dari tahun 2017 yang sebesar 5,07%. Tingkat inflasi tahun 2018 juga tetap terjaga pada level yang rendah, yakni 3,13%, lebih baik dari 3,61% di tahun sebelumnya. Untuk merespons tekanan terhadap nilai tukar akibat naiknya defisit neraca perdagangan dan merespons kenaikan suku bunga the Fed, Bank Indonesia melakukan penyesuaian terhadap suku bunga acuan BI 7-Day Repo Rate menjadi 6,0%.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia salah satunya didorong oleh membaiknya konsumsi rumah tangga, investasi dan belanja pemerintah yang meningkat. Konsumsi rumah tangga yang berkontribusi sebesar 55,7% terhadap PDB tetap tumbuh karena daya beli yang terjaga serta tingginya keyakinan konsumen. Sementara pertumbuhan investasi ditopang investasi bangunan, terkait proyek infrastruktur dan properti, maupun investasi non bangunan.

Kebijakan makroprudensial yang konsisten diterapkan oleh Bank Indonesia bersama Pemerintah Indonesia, membuat industri perbankan nasional kembali mencatatkan pertumbuhan. Pertumbuhan kredit tahun 2018 terealisasi sebesar 12,05%, meningkat dari 8,35% di tahun sebelumnya. Sementara Dana Pihak Ketiga masih menunjukkan sedikit penurunan, sebesar 6,37% dari tahun 2017 yang tumbuh 9,36%.

Perbankan syariah mencatat pertumbuhan yang konsisten. Persentase pembiayaan perbankan syariah terhadap perbankan nasional terus tumbuh, dari 5,97% menjadi 5,98%. Hasil ini dikontribusikan oleh lebih tingginya pertumbuhan pembiayaan syariah yang meningkat sebesar 12,08% di tahun 2018 dibandingkan bank umum yang naik 12,05%. Hal ini mencerminkan bahwa tingkat penerimaan masyarakat terhadap perbankan syariah semakin meningkat.

INISIATIF STRATEGIS DIREKSI

Menyikapi kondisi ekonomi dan industri pebankan yang semakin penuh tantangan di tahun 2018 dan tahun-tahun mendatang, Direksi telah mengambil sejumlah inisiatif strategis untuk memastikan Bank tetap mencatatkan kinerja yang optimal. Inisiatif strategis yang dijalankan merupakan kelanjutan dari kebijakan Bank pada tahuntahun sebelumnya dengan mempertimbangkan antisipasi terhadap kondisi terkini dan prediksi kondisi dimasa mendatang.

Pada tahun 2018, BRIsyariah melanjutkan inisiatif penyederhanaan proses dan sistem pembiayaan, peningkatan mutu pemantauan kinerja, mengembangkan financing originating system untuk pembiayaan mikro dan konsumen, menjalin kerjasama baru, serta meningkatkan sosialisasi dan promosi layanan. Tujuannya adalah mempercepat proses pembiayaan, meningkatkan kualitas pemantauan dan memperluas basis pasar.

BRIsyariah juga melanjutkan program pengembangan Teknologi Informasi sebagai bagian dari penerapan rencana strategis Bank, dilandasi keyakinan bahwa TI akan menjadi faktor yang sangat penting dalam menentukan pengembangan usaha Bank. Tahun 2018, BRIsyariah mengembangkan sistem perbankan berbasis digital menggunakan aplikasi DSAR Mobile dan APPEL Mobile, sehingga monitoring kinerja account officer mikro, termasuk data realisasi pembiayaan mikro dapat dilakukan dengan lebih efektif, lebih mudah dan up to date.

Selain melanjutkan dukungan pelaksanaan programprogram Pemerintah, seperti penyaluran KUR Syariah, penyaluran pembiayaan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan FLPP) dan pembayaran gaji PNS, pada tahun 2018 BRIsyariah meluncurkan produk layanan baru, yakni Kartu ATM/Debit Gold dan Platinum, New BRISSMART (LAKUPANDAI), selain terus mengembangkan pembiayaan mikro dengan skema Musyarakah Mutanaqisah/MMQ.

BRIsyariah juga tetap fokus pada segmen bisnis konsumer sebagai long-term key growth driver dan komersil sebagai short-term key growth driver yang selama ini telah terbukti memberikan hasil yang baik terhadap kinerja Bank dan dengan tetap terus meningkatkan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko.

Pada tahun 2018, BRIsyariah mencatatkan keberhasilan merealisasikan langkah strategis go-public, dengan melepas sebanyak 2.623.350.600 saham atau sebesar 27% dari total saham yang dikeluarkan oleh BRIsyariah, dengan harga penawaran sebesar Rp510. Melalui proses tersebut, BRIsyariah mendapatkan total dana sebesar Rp1.337,91 miliar. Setelah dikurangi biaya penawaran umum sebesar Rp25,72 miliar, Perseroan mencatatkan perolehan dana bersih sebesar Rp1.312,19 miliar, yang sebagian besar dialokasikan untuk mendukung ekspansi pembiayaan.

KENDALA YANG DIHADAPI

Sejalan dengan berbagai perubahan kondisi eksternal, di tahun 2018 BRIsyariah menghadapi sejumlah tantangan. Salah satu tantangan eksternal yang dihadapi Bank adalah kemampuan bayar nasabah yang mengalami penurunan sejalan dengan belum stabilnya harga komoditas dunia. Untuk itu, di tahun 2018, BRIsyariah meninjau ulang kebijakan portofolionya dan semakin selektif dalam melakukan pembiayaan pada sektor-sektor tertentu, meningkatkan program pengawasan serta melakuan restrukturisasi pinjaman nasabah sesuai kondisi yang dihadapi. Bank juga meninjau ulang jumlah alokasi cadangan. Hal ini dimaksudkan untuk memitigasi risiko di masa mendatang.

Meski di tahun 2018 Bank telah berhasil meningkatkan komposisi dana murahnya, namun komposisi tersebut tetap harus terus ditingkatkan agar dapat menekan besarnya biaya dana yang harus dikeluarkan Bank. Upaya peningkatan dana murah dilakukan melalui kerjasama dengan beberapa perusahaan/instansi, khususnya produk tabungan dan Giro menjadi fokus upaya yang dilakukan.

KINERJA TAHUN 2018

BRIsyariah berhasil membukukan kinerja yang cukup baik di tahun 2018. Dan secara umum, berbagai target kinerja yang ditetapkan dalam Rencana Bisnis Bank tahun 2018 (RBB 2018) dapat dicapai, kecuali pada aspek pertumbuhan pembiayaan yang berada sedikit di bawah target.

Jumlah pembiayaan yang direalisasikan BRIsyariah tahun 2018 mencapai Rp21,86 triliun, naik 14,96% dari pembiayaan tahun sebelumnya sebesar Rp19,01 triliun, yang berarti setara dengan 90,68% dari pencapaian target pertumbuhan yang ditetapkan dalam RBB 2018. Kurang tercapainya target pertumbuhan pembiayaan tersebut tak lepas dari sejumlah tantangan yang telah dikemukakan sebelumnya, di mana BRIsyariah tengah meninjau ulang kebijakan portofolionya dan semakin selektif dalam melakukan pembiayaan pada sektor-sektor tertentu. Namun demikian, tingkat pertumbuhan pembiayaan BRIsyariah berada di atas rata-rata tingkat pertumbuhan pembiayaan industri baik perbankan nasional maupun perbankan syariah.

Dana Pihak Ketiga yang dihimpun Bank tahun 2018 mencapai Rp28,86 triliun, tumbuh 9,69% dibanding jumlah Dana Pihak Ketiga tahun sebelumnya sebesar Rp26,31 triliun. Pencapaian jumlah Dana Pihak Ketiga tersebut melampaui target yang telah ditetapkan atau setara dengan 103,5% dari target RBB. Selain itu, pertumbuhannya pun sebesar 74,70% dikontribusi dari produk dana murah berupa giro dan tabungan.

Laba operasional sebelum pencadangan berhasil tumbuh sebesar 30,35% menjadi Rp 776,8 miliar di tahun 2018 dari tahun sebelumnya sebesar Rp 595,9 miliar. Seiring dengan langkah BRIsyariah dalam upaya peningkatan mitigasi risiko terhadap pembiayaan yang disalurkannya, peningkatan biaya pencadangan menjadi lebih konservatif dan pada akhirnya BRIsyariah membukukan laba bersih di tahun 2018 sebesar Rp 106,6 miliar, meningkat 5,45% dari laba bersih di tahun 2017 sebesar Rp 101 miliar.

Pada tahun operasional, Bank juga berhasil mencatatkan pertumbuhan aset sebesar 20,20% menjadi Rp37,91 triliun dari Rp31,54 triliun di tahun 2017. Kenaikan jumlah aset juga berada di atas target RBB tahun 2018.

PROSPEK USAHA BANK

Dengan mempertimbangkan kondisi perekonomian global dan kinerja perekonomian di tahun 2018, Pemerintah dan lembaga ekonomi dunia seperti IMCF dan Bank Dunia mengambil sikap yang hati-hati dalam memperdiksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2019. Sekalipun meyakini akan tetap tumbuh, namun perkiraan pertumbuhan ekonomi Indonesia cenderung moderat, pada kisaran 5,1-5,3%, sedangkan Pemerintah Indonesia menetapkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3%. Target pertumbuhan ekonomi yang cukup optimis tersebut dilandasi oleh kinerja pertumbuhan ekonomi domestik yang hingga kini relatif stabil dan cenderung menguat.

Mempertimbangkan kondisi ekonomi dan perkembangan bisnis Indonesia, termasuk dampak positif dari pemberlakuan beragam paket-paket kebijakan ekonomi yang dicanangkan Pemerintah, pertumbuhan pembiayaan pada Proyeksi asumsi RBB akhir tahun 2019 diasumsikan tumbuh sebesar 15-18%. Untuk pertumbuhan dana pihak ketiga pada akhir tahun 2019 diasumsikan tumbuh sebesar 10-12%. Tingkat imbal hasil dana pihak ketiga pada akhir tahun 2019 diasumsikan sebesar 0,25% - 6,00%. Sedangkan untuk tingkat imbalan pembiayaan pada akhir tahun 2019 diasumsikan sebesar 12,75% - 21,75%.

Guna mengantisipasi dan mengatasi perubahan kondisi perekonomian di tahun mendatang, BRIsyariah mempersiapkan berbagai langkah strategis, mencakup:

  • Penerapan Praktik Good Corporate Governance (GCG) dan Manajemen Risiko
    GCG dan sistem manajemen risiko diterapkan dalam proses pembiayaan di seluruh segmen pembiayaan sebagai bagian dari proses transformasi manajemen risiko.
  • Strategi Perbaikan Kualitas Pembiayaan
    Fokus pada penyelesaian 25 Nasabah NPF terbesar yang diikuti dengan upaya percepatan proses eksekusi jaminan melalui monitoring pergerakan kualitas aktiva produktif harian secara terintegrasi, serta penugasan Satgas khusus penyelesaian pembiayaan bermasalah untuk perbaikan kualitas pembiayaan dari waktu ke waktu.
  • Strategi Peningkatan Produktivitas
    Menerapkan reward dan punishment secara konsisten dan implementasi disiplin proses dalam proses pembiayaan.
  • Strategi Pertumbuhan Bisnis.
    Membangun jaringan yang produktif dan memberikan penawaran produk-produk baru dengan target market baru.
  • Strategi Efisiensi Operasi melalui Sinergi dengan Induk.
    Sinergi BRIsyariah dengan induk di bidang Sumber Daya Insani dan jaringan (Kantor Layanan Syariah – KLS, unit kerja BRI yang melayani produk Syariah) baik di bidang pendanaan, transaksi bisnis dan operasional untuk mendukung pertumbuhan bisnis dengan cara efisien.
  • Strategi Literasi Syariah.
    Sosialisasi aktif perekonomian syariah ke masyarakat luas.

Selain strategi umum tersebut, BRIsyariah juga telah mempersiapkan strategi khusus, mencakup: strategi pencapaian pembiayaan sesuai segmen usaha, strategi perolehan pendanaan dan strategi peningkatan efisiensi operasional untuk meningkatkan profitabilitas.

TATA KELOLA PERUSAHAAN

BRIsyariah berkomitmen penuh untuk senantiasa meningkatkan kualitas penerapan prinsip-prinsip dasar Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance-GCG) dengan melakukan menyempurnakan struktur, mekanisme dan infrastruktur GCG yang dimiliki. Sebagai wujud komitmen tersebut, BRIsyariah kembali melakukan pembaharuan terhadap Standar Operating Procedure (SOP) dan sertifikasi yang dimiliki untuk memastikan sistem dan prosedur yang dilaksanakan sesuai dengan best practice.

BRIsyariah meningkatkan kualitas penerapan manajemen risiko dengan melakukan pengenalan, pemantauan dan mitigasi seluruh risiko potensial yang dihadapi Perseroan. Untuk itu, BRIsyariah mengeluarkan kebijakan baru melalui penerbitan 2 keputusan Direksi terkait manajemen risiko, dengan tujuan memperkuat lembaga pengelola dan meningkatkan kualitas pengelolaan, terutama mitigasi risiko. BRIsyariah juga semakin intensif menanamkan Budaya Sadar Risiko kepada seluruh level organisasi, agar dapat menerapkan konsep pengelolaan risiko korporat secara menyeluruh atau Enterprise Risk Managgement (ERM) dengan baik.

BRIsyariah juga semakin intensif menjalankan program know your employee. Sejalan dengan program tersebut, BRIsyariah juga meningkatkan peran Whistleblowing System sebagai sarana pencegahan terjadinya fraud.

Dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya, Direksi dibantu oleh Komite di bawah Direksi, yaitu Komite Manajemen Risiko, IT Steering Committee, Komite Kebijakan Pembiayaan, Komite Pembiayaan, Komite Produk dan Komite Aset dan Liabilitas.

Direksi menilai bahwa masing-masing komite telah menjalankan tugasnya dengan baik sesuai dengan fungsinya. Direksi bersama Komite-komite Direksi menyelenggarakan rapat dan evaluasi berkala terhadap berbagai hal yang perlu mendapatkan perhatian dan memerlukan pengambilan keputusan yang memerlukan pembahasan lintas Direktorat.

PERUBAHAN KOMPOSISI DIREKSI

Pada tahun 2018, sesuai dengan keputusan RUPS Luar Biasa yang diselenggarakan pada tanggal 8 Januari 2018 dan 28 Desember 2018, komposisi Direksi BRIsyariah telah mengalami perubahan, termasuk penetapan Saudara Wildan sebagai Direktur Independen, sesuai amanat OJK bagi BRIsyariah yang telah berstatus sebagai perusahaan terbuka.

Dengan demikian, komposisi jajaran Direksi BRIsyariah pada 31 Desember 2018 adalah sebagai berikut:

Direktur Utama : Moch. Hadi Santoso
Direktur Independen : Wildan
Direktur : Agus Katon Eko S
Direktur : Kokok Alun Akbar

PENGELOLAAN SUMBER DAYA INSANI

Dalam rangka mengatasi tantangan persaingan industri perbankan yang terus meningkat, BRIsyariah menjalankan berbagai program pengembangan kompetensi untuk memastikan ketersediaan sumber daya insani yang handal dan mumpuni. Berbagai program yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan dan kompetensi sumber daya insani, mencakup diantaranya:

  • Memastikan akurasi data-data karyawan pada aplikasi Human Resources Information System (HRIS) serta menerapkan sentralisasi dokumen karyawan yang terintegrasi dengan personal file.
  • Meningkatkan program optimalisasi proses yang berkaitan dengan kepegawaian menggunakan portal ter-integrasi dan berbasis elektronik.
  • Implementasi Kebijakan Baru Manajemen Sumber Daya Insani.
  • Penerapan standar “Service Level Agreement” terbaru dengan dukungan sistim pemantauan berbasis sistem HRIS.
  • Penyelenggaraan program pelatihan sesuai kebutuhan berdasarkan Training Need Analysis (TNA) yang telah disusun.

APRESIASI

Dengan memperhatikan seluruh capaian sebagaimana telah diuraikan, kami menyimpulkan BRIsyariah berhasil mencatatkan kinerja yang cukup baik di tahun 2018 yang penuh tantangan. Oleh karenanya, atas nama Direksi, kami memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kepercayaan, komitmen dan kerja sama dari seluruh pemangku kepentingan, khususnya kepada jajaran manajemen dan seluruh karyawan yang telah bekerja keras mengatasi seluruh tantangan yang menghadang.

Kami juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada jajaran Dewan Komisaris atas arahan yang diberikan, sehingga tercipta capaian kinerja Bank di tahun 2018 sebagaimana telah ditetapkan dalam RBB.

Kami juga memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk selaku pemegang saham pengendali Bank, para pemegang saham, nasabah, kreditur, debitur dan mitra kerja, atas kepercayaan dan kerjasama yang sudah terjalin dengan sangat baik. Ke depannya, kami berharap bahwa kerja sama dan kepercayaan tersebut dapat terus terjalin dan kami jaga dengan rasa tanggung jawab yang tinggi.

Kami sampaikan Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Akhirul Kalam

Jakarta, 29 Maret 2019

Moch. Hadi Santoso

Direktur Utama

 
Temukan Kami :
© Hak Cipta 2017, PT. Bank BRIsyariah, Tbk.
© Hak Cipta 2017, PT. Bank BRIsyariah, Tbk.
BRIsyariah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.