Posisi Anda   Hubungan Investor  >   Informasi Perseroan   >   Laporan Direksi

logo
Laporan Direksi
 
BRIsyariah berhasil membukukan kinerja yang cukup baik tahun 2017. Dan secara umum, target kinerja yang ditetapkan dalam Rencana Bisnis Bank tahun 2017 dapat terlampaui.

Moch. Hadi Santoso—

Direktur Utama   

Para Pemegang Saham dan Pemangku Kepentingan yang Terhormat,

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Pertama-tama, izinkan kami mengucapkan puji dan syukur kehadiran Allah SWT atas semua nikmat dan anugerahnya kepada kita semua. Tak lupa salawat beriring salam kami sampaikan kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW.

Selanjutnya, kami sampaikan pokok-pokok laporan pengelolaan Bank untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2017 beserta Laporan Keuangan Bank yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja, Firma anggota jaringan Ernst & Young Global Limited dengan memperoleh opini bahwa laporan keuangan yang terlampir menyajikan secara wajar, dalam hal yang material.

KONDISI LINGKUNGAN EKSTERNAL BANK

Kondisi ekonomi global tahun 2017 mulai bergerak ke arah yang positif. Perekonomian di negara-negara maju yang dalam beberapa tahun terakhir terus mengalami tekanan, pada tahun 2017 mulai menunjukan pertumbuhan yang positif. Ekonomi Tiongkok tahun 2017 kembali bergerak positif dengan pertumbuhan sebesar 6,9% dari tahun sebelumnya sebesar 6,7%. Demikian juga dengan Amerika Serikat yang berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 2,3% pada tahun 2017 dari 1,6% pada tahun 2016.

Sejalan dengan membaiknya pertumbuhan ekonomi global, ekonomi Indonesia juga mengalami pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2017 terealisasi sebesar 5,19% lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi tahun 2016 yang sebesar 5,02%. Tingkat inflasi tahun 2017 juga terjaga pada level yang cukup rendah, yaitu 3,61%, yang mendorong Bank Indonesia melakukan penyesuaian terhadap suku bunga acuan BI 7-Day Repo Rate menjadi 4,25%.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia salah satunya didorong oleh membaiknya Neraca Perdagangan Indonesia (NPI) yang secara konsiten mampu membukukan surplus perdagangan sebesar US$11, 9 miliar. Selain itu, realisasi investasi tahun 2017 juga berada pada posisi yang sangat baik. Hingga akhir Kuartal III, realisasi investasi mencapai Rp513,2 triliun dari target tahun 2017 sebesar Rp678,8 triliun. Peningkatan investasi ini ditopang oleh perbaikan investasi PMA. Sedangkan penanaman modal dalam negeri hingga akhir Kuartal III mencapai Rp194,7 triliun dan penanaman modal asing selama periode yang sama mencapai Rp318,5 triliun.

Meningkatnya realisasi investasi salah satunya juga dipengaruhi dengan peringkat utang negara Indonesia sudah masuk kategori layak investasi oleh ketiga lembaga pemeringkat internasional setelah Standard & Poor's (S&P) menaikan peringkat utang negara Indonesia menjadi BBB- dengan outlook stabil pada Mei 2017, menyusul perbaikan peringkat yang sebelumnya telah diberikan oleh lembaga pemeringkat Moody's dan Fitch.

Namun pertumbuhan industri perbankan nasional mengalami perlambatan. Pertumbuhan aset yang pada tahun 2017 terealisasi sebesar 9,77%, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan tahun sebelumnya sebesar 10,40%. Dana Pihak Ketiga pada tahun 2017 tumbuh 9,35%, sedikit lebih rendah dibandingkan pertumbuhan tahun sebelumnya sebesar 9,6%. Sedangkan penyaluran kredit perbankan hingga Desember tahun 2017 hanya mengalami pertumbuhan sebesar 8,24%, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit tahun sebelumnya yang sebesar 7,87%.

Perbankan syariah mencatat pertumbuhan yang lebih baik. Pertumbuhan pembiayaan, aset dan DPK perbankan syariah mampu melampaui pertumbuhan kredit, aset dan DPK industri perbankan yang mencerminkan bahwa tingkat penerimaan masyarakat terhadap perbankan syariah semakin meningkat.

INISIATIF STRATEGIS DIREKSI

Menyikapi kondisi ekonomi dan tantangan yang dihadapi Bank tahun 2017, Direksi telah mengambil sejumlah inisiatif strategis untuk memastikan Bank mencapai kinerja yang optimal. Inisiatif strategis yang diambil Direksi tahun 2017 merupakan kelanjutan dari kebijakan Bank pada tahun-tahun sebelumnya. Hal ini untuk memastikan rencana jangka menengah dan panjang Bank dapat berjalan sesuai rencana

Tahun 2017, BRIsyariah melanjutkan program pengembangan Teknologi Informasi yang menjadi bagian dari rencana strategis Bank ke depan. Hal ini dilandasi atas keyakinan BRIsyariah bahwa TI akan menjadi faktor yang sangat penting dalam menentukan pengembangan usaha Bank ke depan. Tahun 2017, BRIsyariah melakukan pengembangan dan penyempurnaan terhadap Core Banking System T24 SYIAR Release 8 beserta fitur-fitur yang ada di dalamnya.

Selain itu, tahun 2017 BRIsyariah juga melanjutkan untuk mendukung program-program pemerintah, antara lain penyeluran KUR Syariah, penyaluran pembiayaan FLPP, pembayaran gaji PNS. Tahun 2017, realisasi penyaluran KUR syariah mencapai Rp500 miliar. Hingga saat ini, BRIsyariah menjadi satu-satunya bank syariah yang mampu dan mau menjalankan seluruh program pemerintah.

BRIsyariah juga tetap fokus pada segmen bisnis yang selama ini telah terbukti memberikan hasil yang baik terhadap kinerja Bank sembari terus meningkatkan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko.

Dari segi dana, untuk meningkatkan komposisi dana murah, BRI Syariah telah melakukan berbagai upaya baik penjualan langsung kepada calon customer maupun kegiatan pemasaran yang bersifat strategis seperti misalnya kerjasama pengelolaan dana di perguruan tinggi islam (Negeri dan Swasta) terkemuka, kerjasama dengan kemetrian dan lembaga pemerintah khususnya terkait dengan Bank Operasional 2, kerjasama dengan lembaga sosial kemasyarakatan seperti Baznas, Rumah Zakat, Muhammadiyah dan juga dengan koorporasi swasta maupun BUMN.

KENDALA YANG DIHADAPI

Dalam operasionalnya, tahun 2017 BRIsyariah menghadapi sejumlah tantangan baik yang bersifat eksternal maupun internal. Tantangan eksternal yang dihadapi Bank salah satunya adalah kemampuan bayar nasabah yang mengalami penurunan sejalan dengan belum stabilnya harga komoditas dunia. Beberapa nasabah yang memiliki bisnis yang terkait langsung maupun tidak langsung dengan industri komoditas mengalami penurunan kemampuan bayar. Untuk itu, pada tahun 2017, BRIsyariah lebih selektif dalam melakukan pembiayaan dan meningkatkan cadangan tarhadap nasabah yang mengalami penurunan kemampuan bayar. Hal ini dimaksudkan untuk memitigasi risiko di masa mendatang.

Selain itu, pada tahun 2017 Pemerintah juga menerbitkan kebijakan yang berdampak terhadap pencapaian target di tahun 2017. Beberapa diantaranya adalah penyaluran pembiayaan kepada koperasi yang menurun seiring dengan diberlakukannya kewajiban penyaluran harus kepada koperasi Syariah.

Masih rendahnya komposisi dana murah, sehingga berdampak kepada cukup besarnya biaya dana menjadi salah satu faktor yang perlu diperbaiki. Upaya peningkatan dana murah melalui kerjasama dengan beberapa perusahaan/instansi, khususnya produk tabungan dan Giro menjadi fokus upaya yang dilakukann. keberhasilan BRIsyariah dalam memperoleh lisensi Bank Operasional 2, Bank Persepsi Pajak, Bank Penerima PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) dan Bank Mitra pengelola rekening khusus SBSN menjadi beberapa hal yang telah dilakukan sebagai upaya strategic untuk memperbaiki komposisi dana murah.

KINERJA TAHUN 2017

BRIsyariah berhasil membukukan kinerja yang cukup baik tahun 2017. Dan secara umum, target kinerja yang ditetapkan dalam Rencana Bisnis Bank tahun 2017 dapat terlampaui, kecuali pada aspek pembiayaan dan laba yang belum dapat memenuhi target RBB.

Jumlah pembiayaan yang direalisasikan BRIsyariah tahun 2017 mencapai Rp19,01 triliun, meningkat 5,42% dibandingkan pembiayaan tahun sebelumnya sebesar Rp18,04 triliun. Namun demikian, pencapaian tersebut hanya mencapai 86,31% dari target RBB yang ditetapkan sebesar Rp22,03 triliun. Tidak tercapainya target pembiayaan tersebut dikarenakan Bank lebih selektif dalam melakukan pembiayaan pada beberapa sektor industri yang tingkat risikonya mengalami peningkatan.

Dana Pihak Ketiga yang dihimpun Bank tahun 2017 mencapai Rp26,37 triliun, tumbuh 14,71% dibanding jumlah Dana Pihak Ketiga tahun sebelumnya sebesar Rp22,99 triliun. Pencapaian jumlah Dana Pihak Ketiga tersebut setara dengan 9,61% dari target RBB.

Laba bersih yang dibukukan BRIsyariah tahun 2017 adalah sebesar Rp101 miliar. Jumlah tersebut mengalami penurunan sebesar 40,61% dibandingkan laba bersih tahun sebelumnya sebesar Rp170 miliar. Penurunan laba bersih tersebut salah satunya disebabkan oleh meningkatnya cadangan kerugian yang dialokasikan Bank untuk menekan risiko pada masa yang akan datang.

Namun demikian, pada tahun Bank berhasil mencatat pertumbuhan aset sebesar 13,94% menjadi Rp31,54 triliun dari Rp27,69 triliun pada tahun 2016. Pencapaian jumlah aset juga berada di atas target RBB tahun 2017.

SUMBER DAYA INSANI

Untuk menghadapi tantangan di industri perbankan yang terus meningkat, ketersediaan sumber daya insani yang handal dan mumpuni merupakan kunci penting. Untuk itu, BRIsyariah memberikan perhatian yang sangat besar terhadap program pengembangan kompetensi SDI yang dimiliki Bank.

Tahun 2017, BRIsyariah telah mengambil berbagai inisiatif dalam pengelolaan dan pengembangan SDI sesuai dengan kebutuhan organisasi, antara lain:

  1. Melakukan pengembangan proses dengan memperbaiki process cycle time dalam pengelolaan SDI dan implementasi dan pengembangan sistem dan prosedur.
  2. Meningkatkan akurasi data-data karyawan pada aplikasi HRIS serta menerapkan sentralisasi dokumen karyawan yang terintegrasi dengan personal file.
  3. Menerapkan optimalisasi proses yang berkaitan dengan kepegawaian menggunakan portal ter-integrasi, berbasis elektronik (//portalhc.brisyariah.co.id).
  4. Memperbarui Kebijakan Manajemen Sumber Daya Manusia.
  5. Perbaikan dan Pengembangan "Service Level Agreement" dengan menggunakan kertas kerja dan system pantau terkait realisasi SLA.

Disamping hal-hal tersebut, BRIsyariah terus menjalankan program pengembangan kompetensi SDI dengan menjalankan program pelatihan melalui kelas-kelas sesuai dengan kebutuhan. Bank memberikan Pelatihan Dasar Perbankan Syariah (PDPS) kepada seluruh karyawan yang baru direkrut dan untuk karyawan di level menengah juga terus diberikan pelatihan-pelatihan yang konstruktif sesuai dengan bidang kerjanya masing-masing dan dibekali dengan pelatihan kepemimpinan.

TATA KELOLA PERUSAHAAN

Implementasi prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik atau Good Corporate Governance (GCG) di BRIsyariah bukanlah sebuah sebuah keharusan. Lebih dari itu, prinsip GCG merupakan kebutuhan bagi BRIsyariah, karena sejalan dengan nilai-nilai syariah yang dikembangkan di lingkungan Bank. Kompleksitas dan tingkat risiko industri perbankan yang tinggi menjadikan penerapan prinsip GCG merupakan hal wajib yang tidak dapat ditawar.

Berlandaskan pada kesadaran tersebut, BRIsyariah terus berupaya untuk meningkatkan dan menyempurnakan struktur, mekanisme dan infrastruktur GCG yang dimilikinya. BRIsyariah melakukan pembaharuan terhadap Standar Operation Procedure (SOP) dan sertifikasi yang dimiliki untuk memastikan sistem dan prosedur yang dilaksanakan sesuai dengan best practice.

Salah satu langkah yang dilakukan BRIsyariah adalah dengan meningkatkan peran Desk Kepatuhan agar fungsi kepatuhan di BRIsyariah memiliki kewenangan dan infrastruktur yang lebih kuat.

BRIsyariah juga menjalankan program know your employee. Hal ini didasari atas kesadaran bahwa potensi terjadinya fraud lebih banyak karena faktor internal. Sejalan dengan program tersebut, BRIsyariah juga meningkatkan peran Whistleblowing System sebagai sarana pencegahan terjadinya fraud.

Tahun 2017, BRIsyariah telah melaksanakan self assessment penerapan GCG. Berdasarkan hasil self-assessment, penerapan GCG di BRIsyariah mencapai nilai 2 atau masuk dalam predikat "Baik".

PROSPEK USAHA BANK

Pertumbuhan ekonomi Indoensia tahun 2018 diyakini akan semakin membaik. Pemerintah telah menetapkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4%. Target pertumbuhan ekonomi yang cukup optimis tersebut dilandasi oleh kinerja pertumbuhan ekonomi domestik yang hingga kini relatif stabil dan cenderung menguat.

Seiring dengan perkembangan bisnis Indonesia dan dengan dukungan dengan paket-paket kebijakan ekonomi yang dicanangkan pemerintah, pertumbuhan pembiayaan pada Proyeksi asumsi RBB akhir tahun 2018 diasumsikan tumbuh sebesar 15,00%. Untuk pertumbuhan dana pihak ketiga pada akhir tahun 2018 diasumsikan tumbuh sebesar 6,40%. Tingkat imbal hasil dana pihak ketiga pada akhir tahun 2018 diasumsikan sebesar 0,25% - 5,46%. Sedangkan untuk tingkat imbalan pembiayaan pada akhir tahun 2018 diasumsikan sebesar 13,75% - 24,48%.

Dalam menghadapi tantangan perekonomian kedepan, BRIsyariah merencanakan langkah-langkah strategis sebagai berikut:

  1. Pembiayaan Komersial. Strateginya sebagai berikut:
    1. Memprioritaskan pembiayaan kepada BUMN Related, industri terkait infrastruktur, energi, agro industry dan transportasi darat berbasis dana APBN/ APBD.
    2. Pengembangan portofolio nasabah eksisting yang memiliki performance baik.
    3. Melakukan sinergi pembiayaan dengan BRI, membiayai portofolio BRI yang memiliki kinerja terbukti baik.
  2. Pembiayaan Retail-Linkage. Strateginya berfokus pada segmen sebagai berikut:
    1. Optimalisasi Existing Line Facility yang belum digunakan secara maksimal dengan menggunakan skema channeling yang bertujuan untuk optimalisasi ATMR dan penjaminan pembiayaan.
    2. Selective Financing kepada Multifinance/ Baitul Maal wa Tamwil (BMT) yang ber-performance baik.
  3. Pembiayaan Retail-SME. Strateginya sebagai berikut:
    1. Pembiayaan SME diarahkan menggunakan skema angsuran.
    2. Prioritas pada pengembangan pembiayaan SME 500 juta.
  4. Dana Pihak Ketiga. Strateginya sebagai berikut:
    1. Mempertahankan sumber-sumber pendanaan dengan menambah jumlah Number of Account (NOA) khususnya untuk pendanaan non sensitive pricing.
    2. Deposito korporat sebagai balancing factor.
    3. Peningkatan Sinergi dengan BRI sebagai induk korporasi untuk memperkuat jaringan serta meningkatkan value added BRIsyariah.
    4. Membina dan mempertahankan hubungan lembaga-lembaga baik pemerintahan maupun swasta.
  5. Pembiayaan Retail-Mikro, strateginya sebagai berikut:
    1. Bisnis proses dan bisnis model unit usaha Mikro dalam rangka mempercepat proses layanan dan menjaga kualitas pembiayaan.
    2. Memaksimalkan fungsi PUK disetiap UMS sebagai pengawas.
    3. Menjaga kualitas pembiayaan dengan menentukan kriteria dan inisiasi pembiayaan dengan disiplin serta sesuai ketentuan.
  6. Pembiayaan Retail-Konsumer, stateginya sebagai berikut:
    1. Peningkatan penyaluran KPR Faedah dan menjadikan KPR Faedah sebagai Brand Image BRIsyariah.
    2. Peningkatan layanan sehinggat tetap menjadi Bank Penyalur KPR FLPP Kemenpupera-PPDPP dengan pencairan terbesar
    3. Pertumbuhan KMF (Multi Faedah) yang signifikan dan berkualitas.

PENILAIAN KINERJA KOMITE DI BAWAH DIREKSI

Dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya, Direksi dibantu oleh Komite di bawah Direksi, yaitu :

  • Komite Manajemen Risiko
  • IT Steering Committe
  • Komite Kebijakan Pembiayaan
  • Komite pembiayaan
  • Komite Produk
  • Komite ALCO

Direksi menilai bahwa masing-masih komite tersebut telah berjalan dengan baik sesuai dengan fungsinya. Secara berkala telah dilakukan pembahasan atau evaluasi terhadap beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian dan keputusan Direksi.

PERUBAHAN KOMPOSISI DIREKSI

Pada tahun 2017, komposisi Direksi BRIsyariah mengalami perubahan sesuai dengan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham yang diselenggarakan pada tanggal 18 April 2017 yang telah memberhentikan dengan hormat Erdianto Sigit Cahyono sebagai Direktur dan mengangkat Hilman Purakusumah sebagai penggantinya dan efektif berlaku setelah mendapat persetujuan Otoritas Jasa Keuangan.

Dengan demikian, posisi jajaran Direksi BRIsyariah pada 31 Desember 2017 adalah sebagai berikut:

Direktur Utama : Moch. Hadi Santoso
Direktur : Indra Praseno
Direktur : Wildan
Direktur : Agus Katon Eko S
Direktur : Hilman Purakusumah

APRESIASI

BRIsyariah telah berhasil meraih perkembangan usaha yang sangat baik. Atas nama Direksi, kami memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kepercayaan, komitmen dan kerja sama dari seluruh pemangku kepentingan, khususnya kepada jajaran manajemen dan seluruh karyawan yang telah bekerja keras di tengah tantangan yang usaha yang terus meningkat.

Direksi juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada jajaran Dewan Komisaris atas arahan yang diberikan kepada Kami yang sangat membantu dalam pencapaian kinerja Bank tahun 2017 dan tahun-tahun sebelumnya.

Kami juga memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. selaku pemegang saham pengendali Bank, nasabah, kreditur dan debitur dan mitra kerja, atas kepercayaan dan kerjasama yang sudah terjalin dengan sangat baik. Ke depannya, kami berharap bahwa kerja sama dan kepercayaan tersebut dapat terus terjalin dan kami jaga dengan rasa tanggung jawab yang tinggi.

Akhirul Kalam. Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Jakarta, 2018

Moch. Hadi Santoso

Direktur Utama

 
Temukan Kami :
© Hak Cipta 2017, PT. Bank BRIsyariah, Tbk.
© Hak Cipta 2017, PT. Bank BRIsyariah, Tbk.
BRIsyariah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.