Posisi Anda   Hubungan Investor  >   Informasi Perseroan   >   Laporan Dewan Komisaris

logo
Laporan Dewan Komisaris
 
Kami menilai direksi telah bekerja dengan baik dan berhasil menorehkan jejak sejarah pada tahun 2018 di tengah berbagai tantangan yang ada, yaitu dengan terlaksananya initial public offering. Hijrahnya brisyariah menjadi perusahaan terbuka merupakan langkah strategis untuk mempercepat terwujudnya visi dan misi perseroan sekaligus mendorong kemajuan industri perbankan syariah. Hal ini telah memacu keterlibatan seluruh pemangku kepentingan untuk mengambil peranan lebih besar daripada sebelumnya sehingga mampu mendorong brisyariah untuk menghasilkan kinerja yang terus meningkat dari waktu ke waktu.

Hermanto Siregar—

Komisaris Utama/Independen   

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Pemegang Saham dan Pemangku Kepentingan yang Terhormat,

Pertama-tama, izinkan kami memanjatkan puji dan syukur kepada Allah SWT yang telah melimpahkan nikmat, rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua. Dan atas seizin-Nya pula BRIsyariah dapat melalui tahun 2018 yang penuh tantangan dengan capaian kinerja yang baik.

Selanjutnya, perkenankan kami selaku Dewan Komisaris untuk menyampaikan pokok-pokok Laporan Pengawasan terhadap operasional BRIsyariah pada tahun buku 2018.

KONDISI MAKRO EKONOMI DAN INDUSTRI PERBANKAN 2018

Kendati perekonomian dunia berkembang menjadi penuh tantangan dan diliputi ketidakpastian akibat situasi dagang antara Amerika Serikat dengan mitra dagangnya, serta berlanjutnya kenaikan bunga the Fed, perekonomian Indonesia pada tahun 2018 mampu menunjukan tren pertumbuhan yang stabil. Indonesia mampu mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,17% di tahun 2018, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan tahun sebelumnya sebesar 5,07%. Tren tersebut juga ditunjang oleh tingkat inflasi yang relatif rendah, yaitu 3,13%, lebih baik dari 3,61% di tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh konsumsi rumah tangga, investasi dan belanja pemerintah yang meningkat. Konsumsi rumah tangga dengan kontribusi sebesar 55.7% terhadap PDB tetap tumbuh karena daya beli yang terjaga serta tingginya keyakinan konsumen. Sementara investasi meningkat, didukung oleh realisasi pembangunan infrastruktur dan properti maupun investasi non-bangunan. Pengeluaran Pemerintah juga menunjukkan pertumbuhan yang sehat dengan proporsi belanja barang dan belanja pegawai yang semakin membaik. Nilai ekspor juga meningkat, sekalipun persentase kenaikannya lebih rendah dari kenaikan impor.

Di sektor perbankan, pertumbuhan kredit perbankan mulai meningkat lebih baik dari tahun sebelumnya. Fungsi intermediasi perbankan di tahun 2018, secara umum juga berjalan semakin baik, kendati dibayangi oleh ketatnya likuiditas.

Ketatnya kondisi likuiditas perbankan akibat tekanan ekonomi global dan pertumbuhan ekonomi yang moderat turut mempengaruhi perkembangan perbankan syariah. Pembiayaan Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah tercatat tumbuh sebesar 12,64%, menurun dari sebesar 15,23% di tahun sebelumnya, sementara aset tumbuh 12,39%, dari 18,98% di tahun sebelumnya, dan dana pihak ketiga tumbuh sebesar 9,82% dari 19,89% di tahun sebelumnya. Namun demikian, porsi pembiayaan Bank Syariah terhadap Bank Umum konsisten menunjukkan peningkatan, dari 6,05% di tahun 2017 menjadi 6,08% di tahun 2018. Hal ini menunjukan bahwa perbankan syariah semakin mendapat tempat di masyarakat Indonesia.

PENILAIAN KINERJA DIREKSI

Dengan mempertimbangkan semakin beratnya tantangan yang harus dihadapi pada tahun 2018, Dewan Komisaris menilai bahwa Direksi cukup berhasil mencatatkan kinerjanya dalam mengelola Bank. Hal ini terlihat dari peningkatan aset menjadi Rp 37,9 triliun, lebih tinggi 20,20% daripada tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didukung oleh naiknya penghimpunan DPK sebesar 9,69%, dengan tingkat pertumbuhan dana murah yang terdiri dari giro dan tabungan sebesar 24,02% dibanding tahun sebelumnya. Kinerja ini juga didukung oleh fungsi intermediari yang dijalankan oleh BRIsyariah yang dapat terlihat dari terus tumbuhnya pembiayaan BRIsyariah, yang tercatat tumbuh sebesar 14,96% di tahun 2018.

Berbagai hal yang telah dan tengah dilakukan oleh Direksi dalam upayanya memperbaiki kualitas pembiayaan melalui transformasi manajemen risiko merupakan langkah yang terus memperlihatkan hasilnya, meski hasil tersebut belum dapat tercermin secara kuantitatif membaik dibanding tahun sebelumnya. Pertumbuhan pembiayaan yang memiliki profil risiko rendah melalui pembiayaan kepada BUMN terlihat mendominasi pertumbuhan pembiayaan di segmen komersil. hal ini banyak menyumbang pertumbuhan pembiayaan di tahun 2018, dan merupakan salah satu keberhasilan Direksi dalam upayanya menjalankan transformasi manajemen risiko.

PENGAWASAN IMPLEMENTASI STRATEGI DAN PEMBERIAN NASIHAT

Dewan Komisaris bersama Direksi telah menyusun Rencana Bisnis Bank (RBB) yang memuat target anggaran dan strategi pengembangan usaha pada tahun buku 2018. Dewan Komisaris secara aktif melakukan pengawasan terhadap implementasi strategi yang telah disepakati bersama dalam RBB.

Dalam melakukan pengawasan terhadap implementasi kebijakan strategis yang dijalankan Direksi, Dewan Komisaris mengundang Direksi untuk menghadiri evaluasi berkala setiap bulan dalam Rapat Komisaris Direksi (RAKOMDIR). Melalui Rapat tersebut, Dewan Komisaris memberikan arahan dan masukan atas capaian kinerja bulan lalu sekaligus mengusulkan upaya-upaya yang perlu dilakukan Direksi untuk menghasilkan kinerja yang lebih baik di periode berikutnya.

Selanjutnya, untuk mendalami permasalahan-permasalahan yang disampaikan di RAKOMDIR, Dewan Komisaris meminta Komite Komisaris mendalami permasalahan, melakukan kajian, menyusun usulan sekaligus memonitor aktivitas-aktivitas unit terkait dalam Rapat Komite bulanan. Hasilnya dijadikan sebagai informasi bagi Dewan Komisaris dalam memberikan arahan pada RAKOMDIR berikutnya

Mekanisme check and balances yang dikembangkan antara Dewan Komisaris dan Direksi tersebut dimaksudkan untuk memastikan bahwa Direksi telah menjalankan strategi pengembangan usaha yang telah ditetapkan dengan sebaik-baiknya. Dewan Komisaris juga melaporkan kegiatan pengawasan tersebut kepada OJK. Dalam berbagai kesempatan, Dewan Komisaris memenuhi undangan OJK untuk melakukan pembahasan isu-isu strategis Bank, misalnya terkait Rencana Bisnis Bank (RBB) maupun tindak lanjut hasil pemeriksaan rutin OJK terhadap Bank.

Saran dan rekomendasi yang diberikan kepada Direksi selama tahun 2018 berkisar pada implementasi strategi pengembangan bisnis, perbaikan pengelolaan portofolio aset, perbaikan NPF, pengelolaan Sumber Daya Insani, dukungan TI terhadap operasional bank, serta peningkatan kualitas layanan kepada nasabah. Saran-saran tersebut disusun berdasarkan laporan capaian dan performa bulanan.

PROSPEK USAHA BRISYARIAH

Walaupun situasi perekonomian di tahun 2019 diprediksikan masih akan penuh tantangan bagi dunia usaha dan pemerintah, namun banyaknya indikasi positif seperti peningkatan pertumbuhan dan sinyal peningkatan harga komoditas memberikan optimisme bahwa situasi ekonomi dalam negeri akan semakin kondusif dan akan memberikan dampak positif bagi dunia perbankan, termasuk bagi BRIsyariah.

Penyelesaian berbagai proyek infrastruktur strategis oleh pemerintah juga memberikan ruang bagi munculnya pusat-pusat pertumbuhan dan peluang usaha baru yang mengikuti kegiatan ekonomi berkat kehadiran infrastruktur tersebut.

BRI sebagai induk usaha dari BRIsyariah memberikan dukungan yang signifikan agar BRIsyariah dapat mengambil peran yang semakin besar dalam pasar perbankan secara umum maupun khususnya pasar perbankan syariah. Dukungan pertama adalah dukungan permodalan, di mana alokasi modal ke depan akan digunakan untuk memperkuat infrastruktur pendukung bisnis seperti TI, Sumber Daya Insani dan jaringan. Dukungan kedua adalah dukungan bisnis, di mana BRIsyariah masih akan terus bekerjasama dengan BRI untuk proses sell down dan pipeline pembiayaan, khususnya untuk pembiayaan korporasi. Sedangkan dukungan ketiga adalah dukungan fasilitas dan jaringan, seperti pusat data, jaringan ATM/EDC dan kantor layanan syariah (KLS).

Dengan fokus ke depan pada optimasi infrastruktur bisnis, penguatan cadangan untuk mitigasi dampak risiko pembiayaan, serta bisnis yang semakin mapan, maka diharapkan BRIsyariah dapat memanfaatkan peluang dari membaiknya situasi ekonomi untuk kinerja yang lebih baik di tahun 2019.

PENINGKATAN KUALITAS PENERAPAN TATA KELOLA PERUSAHAAN

Pelaksanaan GCG di BRIsyariah berjalan cukup baik dan telah memenuhi ketentuan yang berlaku. Upaya peningkatan kualitas pengelolaan Bank sesuai kaidah terbaik GCG juga menjadi perhatian dari perusahaan induk yang secara regular dibahas dalam Komite Manajemen Risiko Terintegrasi.

Berbagai hal yang menjadi perhatian Dewan Komisaris dalam rangka meningkatkan kualitas praktik terbaik GCG di BRIsyariah pada tahun 2018 adalah:

  1. Perlu terus ditegakkannya seluruh butir-butir kode etik terhadap para nasabah pembiayaan maupun penyandang dana, sekalipun Bank menghadapi peningkatan persaingan dalam menyalurkan pembiayaan yang sehat.
  2. Perlunya upaya yang sungguh-sungguh untuk meningkatkan kepatuhan syariah dalam kegiatan operasional Bank sehari-hari.
  3. Pemenuhan prinsip segregation of duties dalam melaksanakan perubahan dan/atau pengembangan organisasi yang dilakukan, selain tetap memperhatikan aspek efisiensi dan efektivitas.
  4. Perlunya meningkatkan sinergi pengelolaan risiko maupun peningkatan kualitas penerapan GCG dengan induk perusahaan dalam kerangka manajemen risiko terintegrasi.

PENILAIAN KINERJA KOMITE DEWAN KOMISARIS

Dalam melaksanakan fungsi pengawasan dan penasehatan terhadap tugas-tugas operasional yang dijalankan Direksi, Dewan Komisaris senantiasa dibantu oleh Komite Audit, Komite Nominasi dan Remunerasi dan Komite Pemantau Risiko, yang masing-masing komite diketuai oleh Komisaris Independen. Ketiga komite tersebut dibentuk dengan berpedoman pada PBI No.11/33/PBI/2009 selain mengacu pada ketentuan OJK mengenai pelaksanaan GCG di lembaga keuangan dan perusahaan publik. Dalam penatalaksanaan kegiatan Komite, Dewan Komisaris telah menetapkan pedoman operasional yang mengatur struktur, pedoman kerja, dan tata kelola tiap komite.

Dewan Komisaris memandang seluruh Komite tersebut telah menjalankan tugasnya dengan baik dalam mendukung pelaksanaan fungsi pengawasan dan bimbingan yang dijalankan. Baik Komite Audit maupun Komite Pemantau Risiko masing-masing telah melakukan rapat resmi sepanjang tahun, belum termasuk rapat-rapat kecil antara anggota Komite non komisaris dengan unitunit kerja terkait. Setiap komite juga telah menjalankan tugas sesuai spesifikasinya dan senantiasa berfokus untuk memberikan masukan sesuai urgensi dan memberikan alternatif pemberian keputusan pilihan kebijakan yang jelas dalam rapat-rapat komite.

Dewan Komisaris memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kinerja Komite-Komite yang berada di bawah Dewan Komisaris. Berbagai masukan yang diberikan Komite tersebut sangat membantu Dewan Komisaris dalam menjalankan fungsi pengawasan dan penasehatan dalam memastikan Perseroan telah dikelola dengan baik dan Direksi telah menjalankan seluruh keputusan strategis sesuai amanah RUPS dan Anggaran Dasar dengan mempe.

SISTEM PELAPORAN PELANGGARAN

Selanjutnya, tak kalah penting mengenai penerapan sistem pelaporan pelanggaran atau whistleblowing system di BRIsyariah yang kebijakannya telah diatur berdasarkan Surat Keputusan NO. KEP: B.007-PDR/03-2016 Tentang Pedoman Pelaksanaan Whistleblowing (Penyampaian Informasi Adanya Indikasi Pelanggaran atas Tindakan Pelanggaran) di BRIsyariah yang kemudian direvisi pada Surat Keputusan. SK. NO. KEP: B.031-PDR/05-2016 Tentang Revisi Pedoman Pelaksanaan Whistleblowing (Penyampaian Informasi Adanya Indikasi Pelanggaran atas Tindakan Pelanggaran). Menurut pandangan kami, perlu dilakukan optimalisasi peran serta dari jajaran pengurus dan karyawan dalam mengungkap pelanggaran yang terjadi di lingkungan Bank, sebagai bagian dari strategi anti fraud dan penerapan GCG BRIsyariah mengembangkan sistem pelaporan dan pengungkapan pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku. Sistem ini diberlakukan bagi seluruh karyawan, Direksi, termasuk jajaran Dewan Komisaris.

PERUBAHAN KOMPOSISI DEWAN KOMISARIS

Komposisi Dewan Komisaris BRIsyariah di tahun 2018 mengalami perubahan sesuai dengan keputusan RUPS Luar Biasa pada tanggal 8 Januari 2018. Rapat memberhentikan dengan hormat Saudara Eko B Suharno dari jabatannya sebagai Komisaris Utama. Atas nama Dewan Komisaris, Kami ucapkan penghargaan dan terima kasih sebesar-besarnya kepada Eko B Suharno atas dedikasi dan karyanya selama menjalankan tugas. Selanjutnya Rapat juga memutuskan mengangkat Hermanto Siregar sebagai Komisaris Utama/ Komisaris Independen, serta mengangkat Fahmi Subandi sebagai Komisaris.

Sehingga komposisi Dewan Komisaris per tanggal 31 Desember 2018 adalah sebagai berikut:

Komisaris Utama/ Independen   Hermanto Siregar
Komisaris Independen   Komaruddin Hidayat
Komisaris Independen   Eko Suwardi
Komisaris   Fahmi Subandi

APRESIASI

Pemegang Saham dan Pemangku Kepentingan yang Terhormat, pada tahun 2018 BRIsyariah telah berhasil mencatatkan tonggak sejarah, dengan berubah menjadi perusahaan publik, sekaligus mencatat kinerja yang cukup baik di tengah semakin beratnya kondisi ekonomi dan bisnis. Oleh karenanya, mewakili Dewan Komisaris, Kami memberikan apresiasi kepada Direksi dan jajaran manajemen BRIsyariah serta seluruh karyawan atas dedikasi dan kerja keras yang telah diberikan, sehingga Perseroan mampu mencatatkan kinerja yang membanggakan.

Kami juga menghaturkan terima kasih kepada para Pemegang Saham dan pemangku kepentingan atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan sehingga Dewan Komisaris dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik.

Tak lupa, kami juga mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh nasabah, debitur dan mitra kerja BRIsyariah atas kepercayaan dan kerjasama yang terjalin selama ini. Semoga kerjasama yang telah terjalin dengan baik selama ini dapat terus ditingkatkan di masamasa mendatang.

Akhir kata, dengan mengucap syukur kepada Allah SWT, Dewan Komisaris mengajak seluruh jajaran di BRIsyariah untuk terus meningkatkan kompetensinya, dan memberikan kemampuan terbaiknya untuk mengatasi tantangan dan dinamika usaha ke depan yang semakin berat, namun menyediakan kesempatan besar untuk berkembang.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Jakarta, 29 Maret 2019

Hermanto Siregar

Komisaris Utama/Independen

 
Temukan Kami :
© Hak Cipta 2017, PT. Bank BRIsyariah, Tbk.
© Hak Cipta 2017, PT. Bank BRIsyariah, Tbk.
BRIsyariah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.