Posisi Anda   Hubungan Investor  >   Informasi Perseroan   >   Laporan Dewan Komisaris

logo
Laporan Dewan Komisaris
 
Kami menilai bahwa Direksi telah memberikan upaya terbaiknya dalam mengelola bank. Hal ini terlihat dari peningkatan aset sebesar 13,93% dibanding tahun lalu dimana nilai ini masih diatas rata-rata perbankan syariah Nasional.

Eko B. Suharno—

Komisaris Utama   

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Pemegang Saham dan Pemangku Kepentingan yang Terhormat,

Pertama-tama, ijinkan kami memanjatkan puji dan syukur kepada Allah SWT yang telah melimpahkan nikmat, rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua. Dan atas seijin-Nya pula BRIsyariah dapat melalui tahun 2017 yang penuh tantangan dengan capaian kinerja yang baik.

Selanjutnya, perkenankan kami selaku Dewan Komisaris untuk menyampaikan pokok-pokok Laporan Pengawasan terhadap operasional BRIsyariah di tahun buku 2017.

KONDISI MAKRO EKONOMI DAN INDUSTRI PERBANKAN TAHUN 2017

Kondisi perekonomian Indonesia tahun 2017 terus menunjukan tren yang meningkat. Realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2017 tercatat sebesar 5,19%, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi tahun sebelumnya sebesar 5,02%. Pertumbuhan ekonomi tersebut juga ditunjang oleh tingkat inflasi yang relatif rendah, yaitu 3,61%.

Namun demikian, dalam konteks pertumbuhan sektoral terjadi variasi di beberapa sektor. Diantara yang mengalami pelambatan adalah sektor manufaktur, khususnya pada triwulan II tahun 2017, sedangkan sektor perkebunan khususnya kelapa sawit dan sektor pertambangan khususnya batubara mengalami peningkatan yang cukup baik.

Disektor perbankan, pertumbuhan kredit perbankan cenderung lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Namun demikian, fungsi intermediasi perbankan secara umum masih berjalan baik pada tahun 2017.

Sektor perbankan syariah mencatat kinerja yang lebih baik dibandingkan perbankan umum. Pertumbuhan pembiayaan syariah tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 15,23%, pertumbuhan aset sebesar 18,98% dan pertumbuhan dana pihak ketiga sebesar 19,83%. Hal ini menunjukan bahwa perbankan syariah semakin mendapat tempat di masyarakat Indonesia.

PENILAIAN KINERJA DIREKSI

Pada periode tahun 2017, Dewan Komisaris menilai bahwa Direksi telah memberikan upaya terbaiknya dalam mengelola bank. Hal ini terlihat dari peningkatan aset sebesar 13,93% dibanding tahun lalu dimana nilai ini masih diatas rata-rata pertumbuhan industri. Pertumbuhan ini ditunjang oleh naiknya penghimpunan DPK sebesar 19,71% yang didominasi oleh giro sebesar 68,85%, tabungan sebesar 16,67% dan deposito sebesar 16,68%.

Walaupun begitu, realisasi laba yang lebih kecil dibanding RBB tahun lalu sebesar 42,19% perlu menjadi perhatian Direksi dengan memperhitungkan secara baik kondisi perekonomian nasional dalam menyusun inisiatif kebijakan strategis. Hal yang perlu menjadi perhatian khusus adalah inisiatif strategi bank dalam melakukan ekspansi pembiayaan, dimana tahun 2017 ini hanya mengalami kenaikan sebesar 5,42% dibanding tahun lalu. Hal ini berdampak pada kenaikan NPF dari 3,19% di tahun lalu menjadi 4,72% di tahun 2017 selain karena upaya manajemen dalam menciptakan pondasi yang kuat agar tercipta kualitas aset yang lebih baik di periode mendatang seiring dengan diangkatnya kebijakan relaksasi oleh OJK.

PENGAWASAN IMPLEMENTASI STRATEGI DAN PEMBERIAN NASIHAT

Dewan Komisaris bersama Direksi telah menyusun Rencana Bisnis Bank (RBB) yang memuat target anggaran dan strategi pengembangan usaha pada tahun buku 2017. Dewan Komisaris secara aktif melakukan pengawasan terhadap implementasi strategi yang telah disepakati bersama dalam RBB.

Dalam melakukan pengawasan terhadap implementasi kebijakan strategis Direksi, Dewan Komisaris mengundang Direksi untuk melakukan evaluasi berkala setiap bulannya pada Rapat Komisaris Direksi (RAKOMDIR) setiap satu bulan sekali. Didalamnya, Dewan Komisaris memberikan arahan dan masukan atas capaian kinerja bulan lalu sekaligus mengusulkan upaya-upaya yang perlu dilakukan Direksi untuk menghasilkan kinerja yang lebih baik di periode berikutnya.

Selanjutnya, untuk mendalami permasalahan-permasalahan yang disampaikan di Rakomdir, Dewan Komisaris meminta komite untuk mendalami permasalahan, melakukan kajian, menyusun usulan sekaligus memonitor aktivitas-aktivitas unit terkait dalam rapat komite yang dilakukan setiap bulannya. Hasil dari pembahasan rapat komite kemudian dijadikan sebagai informasi bagi Dewan Komisaris dalam memberikan arahan pada RAKOMDIR berikutnya.

Selain itu, Dewan Komisaris juga membuka kesempatan bagi Direksi dan Unit Terkait untuk menyusun pertemuan khusus diluar RAKOMDIR dan rapat komite untuk membahas lebih lanjut isu-isu pada RAKOMDIR dan rapat komite.

Mekanisme check and balances yang dikembangkan antara Dewan Komisaris dan Direksi adalah untuk memastikan bahwa Direksi telah menjalankan strategi pengembangan usaha yang telah tetapkan. Di sisi lain, Dewan Komisaris juga melaporkan kegiatan pengawasan tersebut kepada OJK. Dalam beberapa kali kesempatan, Dewan Komisaris memenuhi undangan OJK dalam pembahasan isu-isu strategis Bank, misalnya terkait Rencana Bisnis Bank (RBB) maupun tindak lanjut hasil pemeriksaan rutin OJK terhadap Bank.

Diantara saran dan rekomendasi yang diberikan selama tahun 2017 berkisar mengenai strategi pengembangan bisnis, perbaikan pengelolaan portofolio aset, perbaikan NPF, pengelolaan SDM, dukungan IT terhadap operasional bank, serta peningkatan kualitas layanan kepada nasabah. Saransaran tersebut didasarkan pada laporan capaian dan performa yang dianggap masih belum optimal dari bulan ke bulan.

PROSPEK USAHA BRIsyariah

Walaupun situasi perekonomian di tahun 2018 masih menjadi tantangan bagi dunia usaha dan pemerintah, namun banyaknya indikasi positif seperti peningkatan pertumbuhan dan sinyal peningkatan harga komoditas memberikan optimisme bahwa situasi ekonomi akan semakin kondusif dan akan memberikan dampak positif bagi dunia perbankan, termasuk bagi BRIsyariah.

Penyelesaian beberapa proyek infrastruktur strategis oleh pemerintah juga memberikan ruang bagi munculnya pusatpusat pertumbuhan dan peluang usaha baru yang mengikuti kegiatan ekonomi terkait infrastruktur tersebut.

BRI sebagai induk usaha dari BRIsyariah memberikan dukungan yang signifikan agar BRIsyariah dapat mengambil peran yang besar dalam pasar perbankan secara umum maupun pasar perbankan syariah secara spesifik. Dukungan pertama adalan dukungan permodalan, di mana alokasi modal ke depan akan digunakan untuk memperkuat infrastruktur pendukung bisnis seperti IT, SDM dan jaringan. Dukungan kedua adalah dukungan bisnis, di mana BRIsyariah masih akan terus bekerjasama dengan BRI untuk proses sell down dan pipeline pembiayaan, khususnya untuk pembiayaan korporasi. Sedangkan dukungan ketiga adalah dukungan fasilitas dan jaringan, seperti pusat data, jaringan ATM / EDC dan kantor layanan syariah (KLS).

Dengan fokus ke depan pada penguatan infrastruktur bisnis, penguatan cadangan untuk mitigasi dampak risiko pembiayaan, serta bisnis yang semakin mapan, maka diharapkan BRIsyariah dapat memanfaatkan peluang dari membaiknya situasi ekonomi untuk kinerja yang lebih baik di tahun 2018.

Selain itu, sesuai arahan Pemegang Saham, Dewan Komisaris mendukung upaya Direksi untuk hijrah pada tahun 2018 dengan melepas sebagian saham ke masyarakat melalui Penawaran Saham Perdana. Ini merupakan langkah strategis bagi BRIsyariah untuk terus tumbuh dan berkembang.

Aksi Korporasi yang dilakukan tersebut akan mengantarkan BRIsyariah masuk kategori Bank BUKU III sehingga lebih banyak peluang usaha yang dapat dimanfaatkan BRIsyariah.

PENERAPAN TATA KELOLA PERUSAHAAN

Secara umum, pelaksanaan GCG di BRIsyariah berjalan cukup baik - telah memenuhi seluruh ketentuan yang berlaku. Pelaksanaan GCG di BRIsyariah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan sehari-hari seluruh insan di BRIsyariah sesuai dengan ruang lingkup tugas masing-masing. Selain itu pembahasan mengenai pengelolaan GCG juga menjadi perhatian dari perusahaan induk yang secara regular dibahas dalam Komite Manajemen Risiko Terintegrasi.

Beberapa hal yang menjadi perhatian Dewan Komisaris dalam implementasi GCG di BRIsyariah tahun 2017 adalah :

  1. Dengan semakin meningkatnya persaingan untuk menyalurkan pembiayaan sehat, maka perlu dipastikan tidak terjadi perbuatan pelanggaran kode etik khususnya kepada nasabah yang pada akhirnya akan merugikan Bank
  2. Perlunya upaya yang sungguh-sungguh untuk meningkatkan kepatuhan syariah dalam kegiatan operasional Bank sehari-hari
  3. Dalam perubahan dan/atau pengembangan organisasi yang dilakukan hendaknya selain memperhatikan aspek efisiensi dan efektivitas, juga tetap memenuhi prinsip segregation of duties
  4. Sinergi pengelolaan risiko dan GCG dengan induk perusahaan dalam kerangka manajemen risiko terintegrasi

PENILAIAN KINERJA KOMITE DI BAWAH DEWAN KOMISARIS

Dalam melaksanakan fungsi oversight, Dewan Komisaris telah dibantu oleh Komite Audit, Komite Nominasi dan Remunerasi dan Komite Manajemen Risiko, yang masing-masing komite diketuai oleh Komisaris Independen.

Pembentukan komite-komite di bawah Dewan Komisaris berpedoman pada PBI No. 11/33/PBI/2009. Keberadaan tiga komite ini merupakan bentuk kepatuhan BRIsyariah terhadap OJK mengenai pelaksanaan GCG yang mewajibkan Dewan Komisaris membentuk 3 (tiga) komite, yaitu Komite Audit, Komite Pemantau Risiko, dan Komite Remunerasi dan Nominasi. Dalam penatalaksanaan kegiatan Komite, Dewan Komisaris telah menetapkan pedoman operasional yang mengatur struktur, pedoman kerja, dan tata kelola tiap komite.

Komite-komite di bawah Dewan Komisaris telah bekerja dengan baik dalam mendukung fungsi pengawasan dan bimbingan yang menjadi tugas Dewan Komisaris. Baik Komite Audit maupun Komite Pemantau Risiko masing-masing telah melakukan 12 kali rapat resmi sepanjang tahun, tidak termasuk rapat-rapat kecil antara anggota Komite non komisaris dengan unit-unit kerja terkait.

Setiap komite juga telah memiliki fokus-fokus tema yang dibahas secara konsisten dalam rapat-rapat komite, seperti penerapan audit berbasis risiko, penguatan kerjasama untuk audit eksternal, serta penentuan metodologi dan parameter risiko yang lebih mendekati kondisi real yang dihadapi oleh perseroan. Fokus tema ini dipilih untuk menghadapi isu-isu strategis yang dihadapi oleh perseroan seperti peningkatan kinerja bisnis, kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan serta peningkatan kualitas pengendalian internal.

Dewan Komisaris memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kinerja Komite-Komite yang berada di bawah Dewan Komisaris. Berbagai masukan yang diberikan Komite tersebut sangat membantu Dewan Komisaris dalam menjalankan fungsi pengawasan Perusahaan.

PERUBAHAN KOMPOSISI DEWAN KOMISARIS

Komposisi Dewan Komisaris BRIsyariah tahun 2016 mengalami perubahan sesuai dengan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham baik yang dijalankan secara langsung maupun yang dilakukan secara sirkuler dengan ringkasan sebagai berikut :

Komposisi Dewan Komisaris periode 1 Januari 2017

Indra Kesuma   Komisaris Utama/Komisaris Independen
Hermanto Siregar   Komisaris Independen
Komaruddin Hidayat   Komisaris Independen
Anggito Abimanyu   Komisaris
Eko B. Suharno   Komisaris

Komposisi Dewan Komisaris periode 31 Desember 2017

Eko B. Suharno   Komisaris Utama
Hermanto Siregar   Komisaris Independen
Komaruddin Hidayat   Komisaris Independen
Eko Suwardi   Komisaris Independen

Apresiasi

BRIsyariah telah berhasil meraih kinerja yang cukup baik di tengah tantangan ekonomi dan bisnis yang cukup berat. Dewan Komisaris memberikan apresiasi kepada Direksi dan jajaran manajemen BRIsyariah serta seluruh karyawan atas dedikasi dan kerja keras yang telah diberikan kepada BRIsyariah.

Dewan Komisaris juga mengucapkan terima kasih kepada para Pemegang Saham dan pemangku kepentingan atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan sehingga Dewan Komisaris dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik.

Tak lupa, atas nama Dewan Komisaris, kami juga mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh nasabah, debitur dan mitra kerja BRIsyariah. Semoga kerjasama yang selama ini telah terjalin dengan baik dapat terus ditingkatkan di masa-masa mendatang.

Akhir kata, dengan mengucap syukur kepada Allah SWT, Dewan Komisaris mengajak seluruh jajaran di BRIsyariah untuk terus memberikan kemampuan terbaiknya, mengingat tantangan usaha ke depan akan semakin berat.

Jakarta, 2018

Eko B. Suharno

Komisaris Utama

 
Temukan Kami :
© Hak Cipta 2017, PT. Bank BRIsyariah, Tbk.
© Hak Cipta 2017, PT. Bank BRIsyariah, Tbk.
BRIsyariah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.