Posisi Anda   Hubungan Investor  >   Tata Kelola   >   Komite Audit

logo
Komite Audit
 

Komite Audit merupakan alat kelengkapan Dewan Komisaris yang berfungsi untuk melakukan pengawasan atas efektivitas sistem pengendalian internal, internal audit, proses pelaporan Keuangan, sehingga Bank dapat dikelola berdasarkan prinsipprinsip transparansi, akuntabilitas, pertangungjawaban, independensi dan kewajaran.

DASAR PEMBENTUKAN KOMITE AUDIT

Pembentukan Komite Audit adalah untuk mendukung efektivitas pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris dalam rangka pelaksanaan Good Corporate Governance sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/33/PBI/2009 tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance di Bank Umum Syariah. Selain itu, pembentukan Komite Audit juga didasari oleh Peraturan OJK Nomor 55/POJK.04/2015 tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit.

PIAGAM KOMITE AUDIT

BRIsyariah telah memiliki Pedoman Kerja Komite Audit yang telah ditetapkan oleh Dewan Komisaris BRIsyariah berdasarkan SK No.KEP.B001-KOM/02/2016 tanggal 10 Februari 2016.

Adapun Pedoman Kerja Komite Audit BRIsyariah antara lain memuat :

  1. Latar Belakang
  2. Maksud dan Tujuan
  3. Ruang Lingkup
  4. Dasar Hukum
  5. Organisasi
  6. Etika Kerja
  7. Tugas, Wewenang, kewajiban dan tanggung jawab
  8. Waktu Kerja/Kehadiran
  9. Pembagian Kerja
  10. Rapat dan Pengambilan Keputusan
  11. Laporan
  12. Remunerasi
  13. Pendalaman Pengetahuan
  14. Korespondensi
  15. Perjalanan Dinas
  16. Cuti
  17. Program kerja

TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB KOMITE AUDIT

Komite Audit bertugas untuk memberikan pendapat dan rekomendasi bila diperlukan kepada Dewan Komisaris terhadap Kebijakan Pengendalian Internal dan Audit Bank serta pelaksanaannya, membantu Dewan Komisaris dalam melaksanakan tugas pengawasan yang berkaitan dengan pengendalian intern, termasuk kecukupan proses pelaporan keuangan antara lain yaitu:

  1. Melaksanakan pemantauan atas tindak lanjut audit dalamrangka menilai kecukupan pengendalian intern termasuk kecukupan proses pelaporan keuangan dan memberikan rekomendasi kepada Dewan Komisaris;
  2. Melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas Satuan Kerja Audit Intern (SKAI) meliputi aspek perencanaan, pelaksanaan audit dan pemantauan tindak lanjut. Evaluasi dilakukan setiap bulan berdasarkan laporan hasil audit yang disampaikan setiap bulan oleh SKAI kepada Dewan Komisaris;
  3. Mengkaji kecukupan dan fungsi audit internal, termasuk jumlah auditornya, rencana kerja tahunan, dan pekerjaan yang telah dilaksanakan serta tindak lanjut atas setiap temuan audit internal;
  4. Melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kesesuaian pelaksanaan audit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) dengan standar audit yang berlaku;
  5. Melakukan review tahunan atas kecukupan pengendalian internal dalam Standar Operation Procedure atas setiap proses bisnis BRIsyariah;
  6. Membuat Pedoman Kerja Komite dan menyempurnakan/ menyesuaikannya dari waktu ke waktu;
  7. Melakukan penelaahan atas kualitas pengendalian internal/hasil audit yang disampaikan kepada Bank Indonesia/OJK;
  8. Melakukan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan tindak lanjut oleh Direksi atas hasil temuan Satuan Kerja Audit Intern, Akuntan Publik dan hasil pengawasan Bank Indonesia/OJK;
  9. Melakukan pemantauan dan evaluasi tingkat kepatuhan BRIsyariah terhadap peraturan perundang-undangan di bidang perbankan serta peraturan perundang-undangan lainnya;
  10. Menjaga kerahasiaan dokumen, data dan informasi Perusahaan;
  11. Memberikan rekomendasi mengenai penunjukan Akuntan Publik kepada Dewan Komisaris untuk disampaikan kepada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS);

WEWENANG KOMITE AUDIT

  1. Mengakses secara penuh, bebas dan tidak terbatas terhadap seluruh data dan informasi berupa catatan, karyawan, dana, asset serta sumber daya lainnya yang berkaitan dengan pelaksanaan tugasnya
  2. Dalam melaksanakan kewenangan tersebut diatas, komite audit berkoordinasi dengan satuan kerja audit intern bank (SKAI), unit kerja manajemen Risiko, unit kerja Compliance serta Audit Eksternal bila diperlukan
  3. Pemerikasaan khusus. Jika diperlukan atas dasar penugasan dengan komisaris, komite auditdapat melakukan pendalaman informasi dengan meminta pelaksanaan audit khusus tersebut dilakukan oleh audit khusus tersebut dilakukan oleh audit internal. Eksternal auditor, konsultan atau pihak lain yang ditunjuk.

STRUKTUR, KEANGGOTAAN DAN KEAHLIAN KOMITE AUDIT

  1. Struktur dan Keanggotaan :
    Anggota Komite Audit paling kurang terdiri dari:
    1. Seorang Komisaris Independen;
    2. Seorang pihak independen yang memiliki keahlian di bidang akuntansi keuangan; dan
    3. Seorang pihak independen yang memiliki keahlian di bidang perbankan syariah.
  2. Persyaratan:
    1. Anggota Komite Audit wajib memiliki integritas dan reputasi keuangan yang baik;
    2. Komite Audit diketuai oleh Komisaris Independen;
    3. Anggota Direksi dilarang menjadi anggota Komite Audit;
    4. Mayoritas anggota Komisaris yang menjadi anggota Komite Audit harus merupakan Komisaris Independen.

Anggota Komite Audit Bank BRIsyariah diangkat berdasarkan Surat Keputusan Direksi No.KEP:B.001-PDR/01-2019 tanggal 7 Januari 2019. Susunan Anggota Komite Audit per 7 Januari 2019 adalah sebagai berikut:

Komposisi Anggota Komite Audit BRIsyariah

Susunan Nama Jabatan Periode Jabatan
Ketua Eko Suwardi Komisaris Independen 7 Januari 2019
Anggota Komaruddin Hidayat Komisaris Independen 7 Januari 2019
Anggota Saiful Anwar Pihak Independen 7 Januari 2019
Anggota Widuri Meintari Kusumawati Pihak Independen 7 Januari 2019
Anggota Harijanto Pihak Independen 7 Januari 2019
 
Temukan Kami :
© Hak Cipta 2017, PT. Bank BRIsyariah, Tbk.
© Hak Cipta 2017, PT. Bank BRIsyariah, Tbk.
BRIsyariah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.